Rakerda I TAGANA Provinsi Banten

Sejalan dengan tuntutan Organisasi, pada tanggal 27 – 28 Februari 2010 Tagana Provinsi Banten menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang pertama. Raker yang mengambil tema: “Revitalisasi sebagai bentuk kesiapan mengaplikasikan konsep CBDM menuju TAGANA Banten yang Visioner, Tangguh dan Profesional” ini diseleng-garakan di Lembah Bukit Hijau, Serang. Raker juga diharapkan dapat memformulasikan rumusan yang lebih aktual dan relevan dengan kondisi permasalahan kebencanaan yang ada di Provinsi Banten saat ini, khususnya terhadap hal-hal yang bisa melahirkan dan memperkokoh struktur kesiapsiagaan masyarakat. selengkapnya...

Bhakti Sosial TAGANA Kabupaten Serang

Para penggiat Tagana di Provinsi Banten nampaknya memiliki motivasi dan semangat yang tinggi dalam menggerakkan roda organisasi, mereka seolah tak bisa hanya diam menunggu saat-saat tenaga mereka dibutuhkan manakala terjadi suatu bencana. Para aktivis Tagana di Banten merasa keberadaan mereka harus semaksimal mungkin memberi manfaat bagi masyarakat sekitar, kendati dalam kondisi tidak terjadi bencana sekalipun. selengkapnya...

Hari Menjadi Lebih Singkat Karena Gempa Cili

Sebuah analisa mengejutkan datang dari ilmuwan NASA. Gempa bumi dahsyat berkekuatan 8,8 skala Richter yang mengguncang Chile akan mengubah seluruh perputaran Bumi dan memperpendek lamanya hari. Menurut ilmuwan peneliti Richard Gross dari Laboratorium Populasi Jet, NASA, gempa ketujuh terdahsyat di dunia itu, bakal memperpendek lama hari di Planet Bumi sampai 1,26 milidetik. Perubahan ini terjadi karena gempa tersebut diduga mampu menggeser poros bumi. selengkapnya...

Walhi: Longsor Ciwidey Kelalaian Pemerintah

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Jawa Barat, Muhammad Hendarsyah, menyatakan terjadinya bencana longsor Ciwidey juga akibat kelalaian kolektif Pemerintah Pusat dan Daerah. Utamanya, dalam kelambanan melakukan pencegahan. Hal itu karena pemerintah sebetulnya telah memiliki peta daerah rawan bencana Jawa Barat dan Ciwidey telah masuk di dalamnya. selengkapnya...

Banten siap antisipasi bencana industri

Jika tidak ada kesigapan pemerintah di tiap kabupaten/kota, bukan tidak mungkin bencana industri dapat mengancam Banten. Saat ini sedikitnya tercatat 34 industri kimia berada di Banten. Dari jumlah tersebut, 30 di antaranya berada di Kota Cilegon. Kesigapan yang dimaksud berupa pemantauan secara berkala ke tiap industri yang ada. Sehingga, pemerintah menjadi tahu potensi bahaya apa saja yang mungkin terjadi dari tiap industri.selengkapnya...

TAGANA Kota Serang tanam 1000 pohon. Isyu penyelamatan fungsi-fungsi lingkungan hidup sebagai salah satu bagian dari proses pengurangan resiko bencana nampaknya menjadi perhatian serius Tagana Kota Serang. Sebagai bentuk kepedulian pada lingkungan, Tagana Kota Serang mencanangkan program penanaman seribu pohon. Acara peresmian program seribu pohon ini dilaksanakan di yayasan Darusalam Kec. Walantaka, Serang pada tanggal 23 februari 2010. selengkapnya...

Gempa Cili, Kategori Terdahsyat. Bagi kalangan pengamat, gempa bumi di Cili (Chili) Sabtu pekan lalu merupakan salah satu yang terdahsyat yang pernah tercatat dalam sejarah moderen. Sebelum gempa berkekuatan 8,8 pada Skala Richter (SR) mengguncang Cili, mahluk di atas Bumi sudah merasakan gempa yang tak kalah dahsyat sejak ratusan tahun lampau. Di beberapa kasus, gempa bumi juga mengakibatkan serangan gelombang laut, populer dengan nama tsunami, yang juga menimbulkan dampak yang mengerikan. selengkapnya...

Pelantikan Pengurus & Peresmian Sekretariat TAGANA Kota Cilegon. Pemerintah Kota Cilegon sadar betul akan rentannya wilayah mereka terhadap ancaman bencana. Karenanya pemkot cilegon begitu serius dalam masalah penanggulangan bencana, diantaranya dengan membina Tagana Kota Cilegon yang merupakan salah satu instrumen penanggulangan bencana yang cukup diandalkan disana. Pembinaan pemerintah kota cilegon terhadap Tagana terlihat jelas dari keseriusan dinas sosial setempat dalam menangani berbagai kegiatan pelatihan dan perekrutan Tagana, termasuk juga pengalokasian APBD bagi pembinaan Tagana. selengkapnya...

Mengapa Bumi Terjadi Bencana?. Ilmuwan Rusia telah menemukan penyebab bencana global, termasuk angin topan, badai dan tornado. Ilmuwan percaya semua bencana ini berkaitan dengan lubang ozon dan proses emisi hidrogen dari inti bumi. Vladimir Syvorotkin, dosen senior di Moscow State University percaya bahwa dua aliran radiasi matahari memenuhi permukaan bumi melalui lubang-lubang di lapisan ozon. Salah satu arus menyebabkan pemanasan, sedangkan yang kedua mempengaruhi mutasi virus melalui sinar ultraviolet. selengkapnya...

Bencana Alam Picu Penurunan Kemiskinan Melamban. Bencana alam dibeberapa daerah yang silih berganti membuat penurunan angka kemiskinan lambat. Pasalnya, banyak masyarakat yang tiba-tiba menjadi miskin akibat kehilangan harta bencanya paska bencana alam. Demikian disampaikan Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, di Gedung DPR RI, Jakarta (2/1)."Sepanjang tahun lalu, bencana alam datang silih berganti, mulai dari banjir hingga gempa bumi, itu membuat usaha pengentasan kemiskinan terhambat," tuturnya. selengkapnya...